Jumat, 19 Juni 2015

Solo (selalu) ngangenin di bulan Ramadhan (dan bulan-bulan lainnya)...



Puji Tuhan masih bisa menikmati puasa tahun ini.

Puasa tahun ini, saya sangat rindu kota SOLO...
SOLO itu memang ngangenin bangets..

Menapaki setiap perjalanan di kota SOLO, mengenang segala nostalgi(l)a disana. Saya sering tertawa dan tersenyum mengingat masa kejayaan di kota tersebut. Saya sering sekali begadang hanya untuk menonton film korea yang ditayangkan di televisi. Begadang jamaah dengan anak kos lainnya, tapi yang paling sering diajak begadang ya hanya si Mutia. Mencuri kasur dari kamar yang belum ditempati di gelar di depan tivi, dan serasa ruang kumpul milik pribadi. Kalau sudah terdengar bedug untuk sahur, biasanya anak-anak masak didalam magicom. Goreng nugget di dalam magicom.. astaga.. dari tempat memasak nasi berubah fungsi jadi penggorengan. Atau masak mie instan dalam magicom. Saya gak tahu apakah jaman kami, biaya listrik bu kos menjadi membengkak karena anak-anaknya menyusupkan barang-barang listrik berdaya tinggi.
Kami selalu menghabiskan waktu untuk ngabuburit. Saya memang gak puasa, tapi saya punya hobi ngikutin mereka kalau ngabuburit atau bukber. Biasanya kami ngabuburit jam 4 udah standby untuk berangkat, karena keliling dulu cari kolak, biasanya justru saya yang merengek-rengek beli kolak, kemudian baru cari warung makan dan kita ngerumpi sambil nunggu bedug buka. Saya ingat sekali kalau saya paling sering ngidam kolak, dan saya hanya mau kolak yang gak pakai pemanis buatan dan pisangnya yang empuk dan harus manis. Jadi kalau kami beli kolak dan menurut saya kurang mantap, saya cuman minum kuahnya, walaupun menurut Mutia atau Kiki atau Andra kolaknya enak. Entah kenapa saya selalu suka kolak saat bulan puasa. Selama ngabuburit kami sering ditolak oleh warung makan karena mereka sudah penuh, biasanya untuk bukber, dan kadang hati saya menjadi sedih. Tapi semangat kami untuk ngabuburit tidak segera padam, kami terus berusaha untuk mendapatkan warung makan yang enak untuk ngerumpik gitu. hehehe... dasar perempuan..!!

Tahun sebelum saya mengenal para siswa TK Friska yaitu Mutia, Kiki dan Andra. Setiap bulan puasa, selalu saya habiskan untuk berjualan demi usaha dana PMK. Pesan Antar makanan untuk buka, jualan kolak dan menu berbuka lainnya. Saya ingat sekali kolak bikinan Mas Havid. Dibela-belain masak kolak demi usaha dana, dan kami jualan kolak, tapi sejujurnya kolak buatan chef Havid ini enak. Baru kali ini saya menemui pria yang bisa masak kolak dan enak. Hahaha... Atau biasanya kami terima pesanan antar menu berbuka, ya hitung-hitung silahturahmi biar tahu juga rumah teman-teman. Sebenarnya kalau boleh jujur ya, sebenarnya saya yang paling sering pesan makanan antar dari teman-teman panitia acara lainnya. Kadang itu ada yang antarnya lama banget dan pake acara nyasar juga, padahal perut eike sudah mulai dangdutan. hahaha..

Saya ngidam kolak, sodara-sodara!!

Tetapi hal yang paling ngangenin dari SOLO adalah nongkrong di tempatnya Pak Hasan dan menggombali Mas Wildan atau anak angkatan bawah, sampai muka mereka bersemu merah. Menyanyi dengan lagu yang dibalik-balik liriknya. Berimajinasi sambil ngrasani dosen. Mendengarkan kisah-kisah mengharukan. Membuang rasa malu untuk jualan demi usaha dana. Jadi ingat kalau acara wisuda, prepare beli bunga, menghias bunga, dan paling parah ngotot-ototan harga sama pembeli. Semua pengalaman pertama pun aku alami di kota ini. Bersama mereka, saya tidak pernah merasa sendirian ataupun kesepian. Terima kasih... Terima kasih...


Kamis, 30 April 2015

Kisah perjalanan PKPP 1

akan kuceritakan sebuah kisah....

perjalanan saya yang telah saya tempuh selama 2 bulan sejak November 2014-Januari 2015..
Saya namakan wisata PKPP. PKPP itu adalah Praktek Kerja Profesi Psikolog.. Setiap dari kami, mahasiswa Magister Psikologi yang mengambil Profesi wajib harus kudu menikmati wisata PKPP. Saya mengambil peminatan bidang klinis. Kata orang psikolog klinis itu rupanya sama seperti pasiennya, bahkan terkadang susah untuk dibedakan mana psikolog dan mana pasiennya. Kami, berbeda dengan psikolog PIO (Industri dan Organisasi) yang selalu berpenampilan keren gitu.. Harap maklum subjek yang kami hadapi benar-benar "sakit" secara psikis. Akan tetapi ini adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan.

Mari kita bahas mengenai kisah PKPP 1. Saya satu kelompok dengan beberapa manusia tidak jelas ini yaitu dahlia, dewi bun-bun dan lina amoi. Kami berempat selama 2 bulan terdampar di Klaten, tepatnya RSJ Klaten nama panjangnya Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjawardi Klaten. Iyaaa benar sekali kami jadi pasien rawat inap gitu.. hahahahaha.... (ketawa tapi tidak lucu)
Benar-benar luar biasa... PKPP menjadikan kami manusia-manusia baja (hitam)..

Awalnya, saya kira PKPP adalah proses yang rumit dan mampu membuat saya gila karenanya, tetapi setelah saya menjalani sendiri dan menikmati PKPP ternyata PKPP merupakan proses yang menyenangkan. Proses kebersamaanlah yang membuat saya belajar banyak. Kami berempat memiliki tipe dan karakter yang berbeda. Perbedaan jelas ada. Ego yang tak bisa dibendung. Perselisihan. Emosi. Semua menyatu menjadi satu. Bahkan sampai detik ini, kami sudah jalan PKPP ke-2 pun kami masih mengalami perselisihan, perbedaan pendapat, dan emosi yang merajalela. Banyak hal yang saya pelajari bersama dengan mereka. Tetapi kami mampu mengatasi segala permasalahan yang terjadi, walaupun dengan cara berdiam diri, memendam dalam hati, menahan emosi dan keegoisan atau bahkan meluapkan amarah dan kejengkelan. Melalui kelompok kecil, saya belajar mengendalikan dan mengontrol diri saya.
Hidup adalah proses untuk terus belajar. Jika kamu memutuskan untuk berhenti belajar, mungkin saat itulah dirimu telah mati. Belajar itu bagaikan hembusan napas manusia. Jika manusia tak bernapas, maka ia mati, dan jika manusia tak lagi belajar maka ia hidup tetapi mati.



selama menjalani PKPP 1, banyak kejadian luar biasa yang kami alami. Setiap datang perkunjungan ke rumah klien, kami datang dengan tangan hampa, dan pulang dengan tangan penuh kantong plastik. Kami bersyukur memiliki klien yang luar biasa menyenangkan. Ketika banyak orang yang berpikir, bahwa kami telah membantu klien kami, padahal kenyataannya justru sebaliknya. Kami belajar banyak dari klien kami.

Ketiga klien saya unik. Bahkan sampai PKPP 2 pun saya mendapat klien yang berbeda dari yang lain, karena klien saya mayoritas laki-laki. Klien saya yang pertama, sebenarnya saya pedekatenya ke temannya si klien ini, tapi malah kecantolnya sama klien saya ini. Klien yang kedua, justru malah yang datang menghampiri saya, dan meminta untuk saya bantu. Kalo klien yang ketiga anak-anak, awalnya yang pegang teman saya, tapi kenapa malah akrabnya dengan saya. Mereka unik, dan saya sangat menyukai mereka. Mereka datang untuk mengajarkan saya bahwa inilah hidup, segala suka dan dukanya. Mereka memberikan saya keluarga. Keluarga baru yang menyenangkan.

Permasalahan dengan klien, permasalahan dengan teman sekelompok dan bahkan permasalahan dengan diri kita sendiri. Ego, idealisme, emosi, ambisi, semua itu adalah hal manusiawi, tapi saya belajar bagaimana mengontrolnya, saya belajar bagaimana menerima dan mengendalikannya. Karena ini hanya sebagian kecil dari permasalahan pada dunia yang sebenar-benarnya dunia...





Minggu, 22 Februari 2015

I'm not the only one



i know that i'm not the only one in your heart..

Jumat, 06 Februari 2015

Risalah Hati yang Terbagi

Aku mengetahui di hari itu, bahwa sudah waktunya untuk melepaskannya. Hatinya telah terbagi menjadi beberapa bagian. Cinta yang ia ucapkan padaku, bukan cinta yang kumau lagi. Hari itu, tidak ada lagi yang bisa kupercaya. Tuhan menyampaikan melalui angin, dia telah membagi hatinya. Dia mencoba berpaling dari hatiku, dan meneliti hati yang lain. Angin yang berhembus pagi itu, aku tahu bahwa cintanya tak lagi untukku.


Ditempat inilah kali terakhir aku membawanya bertemu Dia.
dia hanya menunggu di luar, tak ingin masuk bersamaku menemui Dia. DihadapanNya, aku mengatakan, "Hay, Tuhan... orang yang selalu aku kisahkan padaMu, menunggu di luar sana.. Tidak tahu akan seberapa lama kami bertahan dengan hubungan yang tak pernah jelas ini, tapi Kau tahu, Tuhan, betapa aku mencintainya.. Tapi aku lebih mencintaiMu daripada dia.. dan jika suatu saat salah satu dari kami memutuskan untuk menjauh dan tidak lagi saling bertahan, kiranya Tuhan tetap menjaga dia untukku.. Tidak peduli akan seberapa menyakitkan menjauh dari dia, dan kiranya Engkau kuatkan aku menghadapi semua ini.. Tidak peduli seberapa banyak dosa dan kesalahan yang telah kami perbuat, ampunilah kami, dan tetaplah Engkau bertahan disampingku dan dia.. jangan pernah berpikir melepaskan pelukanMu dariku dan darinya, Tuhan.. Karena jika semua yang kurasakan ini benar, maka aku menyadari aku tak akan mengakhiri tahun ini bersamanya lagi.. kuatkanlah aku Tuhan.. Kau tahu bahwa perasaan ini sudah terlalu dalam padanya.."

itu hanyalah sepucuk diskusi mengenainya di tempat itu..
diskusi terakhirku dengan Dia tentang pria itu..

setelah dari tempat itu, semua yang kurasakan tepat terjadi. Ia membagi hatinya pada perempuan lain. Semua kata cinta dan keseriusannya hanyalah bualannya semata. Saat itu, aku tahu bahwa sudah waktunya melepaskannya. Melepaskannya, tapi tidak dengan cinta yang telah tumbuh itu.
Aku menyadari bahwa sejak awal dia tidak pernah benar-benar mencintaiku. Dia membagi hatinya dengan kepingan masa lalunya. Masa lalu yang tak pernah kutahu, cinta di masa lalu yang tak pernah bisa ia lupakan, tapi dengan gagah beraninya ia membawa masa lalu dalam kemasakiniannya. Melibatkan aku dalam kesekelumit cinta di masa lalunya yang tak pernah aku kenal. Menjerumuskanku pada bahaya jatuh cinta dengannya.
Dia tidak pernah benar-benar mencintaiku, ketika aku tahu dia telah membagi hatinya pada wanita itu. Dia menyatakan cinta dan keseriusannya padaku, kemudian dia pergi bersama wanita itu. Memberikan kepingan luka yang harus kuobati sendiri.

Luka yang harus kuobati sendiri..
betapa bodohnya diriku, mengobari sendiri luka yang digoreskan pria itu, dan masih tetap dengan perasaan cinta padanya... Mencintai pria yang tak pernah benar-benar mencintaimu.. bukankah suatu hal yang bodoh?

Bagaimana mungkin kamu mencintai dua orang disaat bersamaan?
bukankah kamu tidak bisa mencintai dua Tuhan sekaligus?
Jika kamu dapat membagi hatimu, itu bukan CINTA...
Jika kamu tidak bisa bertahan pada satu CINTA, bagaimana kamu dapat menyembah TUHAN?

Tapi sekali lagi, aku menikmati hatiku yang masih tetap mencintainya, sekalipun aku terluka. Jika ini dinamakan kebodohan, maka biarlah aku menjadi bodoh. Karena suatu hari nanti ada orang bijak yang mengajari orang bodoh ini agar ia menjadi bijak..
Suatu hari nanti..
Semoga DIA segera mempertemukanku dengan si bijaksana itu..
Amin.

Minggu, 09 November 2014

bimbang

Pertama kali aku tergugah dalam setiap kata yang kau ucap..
Bila malam tlah datang, terkadang ingin ku tulis semua perasaan..
Kata orang rindu itu indah, namun bagiku ini menyiksa..
Sejenak ku fikirkan untuk ku benci saja dirimu, namun sulit ku membenci..

Pejamkan mata bila kuingin bernafas lega..
Dalam anganku, aku berada disatu persimpangan jalan yang sulit kupilih..  
Ku peluk semua indah hidupku, hikmah yang ku rasa sangat tulus..
Ada dan tiada cinta bagiku tak mengapa, namun ada yang hilang separuh diriku..