Rabu, 28 April 2010

menjauh sejenak


ingin "hilang" sejenak dari peredaran di kos...

seolah ingin pergi dulu untuk beberapa waktu dari mereka.
kadang kebersamaan itu memiliki rasa jenuh, entah apa penyebabnya.
beberapa masa yang lalu saya pun "hilang" dari peredaran kampus serta sabahat-sahabat saya. kini saya kembali dengan wajah baru, dan rasa baru. sedikit agak melegakan.

sebentar saja saya menjauh dari kalian, karena ada perasaan yang harus saya tata....
jika saya sudah merasa nyaman dengan perasaan saya maka saya akan kembali lagi bersama kalian dan kegilaan ini..

pic diambil dari deviantART.com

Selasa, 20 April 2010

satu kehidupan di sisi mata uang

sisi itu berbeda..

bagaikan dua mata koin, dan seperti itulah kita.
apa yang kita rasakan kadang berbeda...

mencoba melihat dengan lebih dekat, dan akan kita dapati jawaban itu.
beberapa waktu yang lalu sebelum aku bertemu dengan beliau, aku tidak tahu kemana arah hidup yang akan aku jalani.
entah telah berapa tahun kami terpisah jarak dan waktu.
saat ini ia berdiri tepat di depanku.
aku tidak pernah dapat mengerti jalan pikirannya.
ia datang kemudian pergi sesuka hatinya.

sekalipun begitu, saya terus menanti dia mencari saya.
hasil dari proses menunggu ini berbuah manis.
sekian lama ia pergi, kini ia kembali membawa harapan yang dulu telah hilang.
kehidupannya dimakan oleh waktu.
tidak lagi seperkasa beberapa puluh tahun yang lalu.

kini, aku memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama dengannya.
tidak akan pernah kubiarkan dia meninggalkanku lagi.
kecuali jika TUHAN yang memintanya.

mungkin dia tidak tahu betapa aku merindukannya.
dan mungkin pula aku yang tidak dapat mengerti cintanya padaku.
berada disampingnyalah membuatku nyaman, dan kehangatan itu terasa begitu menyenangkan..

tolong jangan tinggalkan aku lagi di tempat ini...
tolong jangan biarkan aku hidup dalam kesendirian, tanpa seorang ayah di sampingku..

ayah, tetaplah disampingku sampai TUHAN yang memutuskan kehidupan kita...


*spesial untuk ayah-ayah di dunia ini... jagalah anakmu selayaknya tidak akan membiarkan anakmu pergi selamanya darimu... dan sayangilah ayahmu, seolah-olah beliau tidak akan berada di sampingmu selama yang kau inginkan...*

Jumat, 16 April 2010

lepas lagi

adakah dia?

melepasnya kembali untuk yang kedua kali...

kenapa dia selalu melihat selatan jika ada utara yang mengharapkannya?
adakah tembok itu di runtuhkan dengan sekali tendangan?
mungkinkah bintang tak bersinar dalam semalam saja?

ya, kumbang tak kan dapat berdiam diri.
ia bergerak dan terbang sesuka hatinya, mencari tempat ia bersandar.
hingga waktu sore ia akan kembali ke sarangnya.
dan beristirahat.

kembali padaku di saat kamu mulai merasa memerlukanku.
kapankah itu?

hiduplah dalam duniamu...

karena gadis lelah menantikan pelangi harapan itu
karena di belahan bumi yang berbeda ada pelangi baru.
karena di pulau itu gadis akan terdampar dalam imajinasinya...

kehilanganmu untuk yang kedua kalinya....

Minggu, 11 April 2010

adam dan hawa

kadang hawa tidak mengerti apa yang di lakukan adam.
apakah semua itu untuk dia, ataukah ada hawa lain.


kadang adam tidak mengerti apa yang dilakukan hawa.
apakah hawa menatapnya ataukah hanya sekedar melihat saja.


...tapi yang saya tahu, suatu saat nanti, adamku tidak akan pernah ragu pada hawanya. dan hawa akan selalu yakin dengan adamnya...

Sabtu, 03 April 2010

cowok impian

kamu pernah denger gak?
ada yang bilang hawa untuk adam..
tercipta dari tulang untuk adam
tapi yang sekarang aku rasa berbeda,
hawa bagiku tercipta dari jantung hatiku
aku gak bisa hidup tanpa dia,
dan hari ini aku yakin
hawaku adalah kamu

lirik...
menatap senyum di wajahmu
ingin rasa kumiliki dirimu
namun apa daya hati ini
hanya diam dan terpaku

Tuhan beri aku kekuatan untuk ungkapkan cinta ini
apa yang harus aku lakukan untuk ungkapkan perasaan ini

padamu.... kekasihku...
di dalam hatiku...

(Rasa Cinta-'PJ')

Adik kos saya terjerumus cinta segitiga... cinta segitiga dengan sahabatnya sendiri. lagu diatas salah satu karya dari 'gebetan'nya kedua adik kos saya itu. dan sekarang saya mengakui bahwa SAYA IRI dengan mereka...

jika saya diijinkan sedikit bercerita maka saya akan mengungkapkan bahwa cowok gebetan kedua adik kos saya itu KEREN ABIS... paling nggak COWOK BANGET...
saya sedang berharap bertemu dengan pria seperti itu. siapa tahu ada kembarannya, daripada saya harus berebut ma adik-adik kos saya. oh... tidaaaakkk!!!

beberapa hari yang lalu, adik kos saya sakit, dan pada saat itu jam telah menunjukkan pk.22.25 WIB. sementara persediaan obat di kos telah habis. sebagai seorang kepala suku yang baik, saya bingung karena tidak ada obat yang tersisa, kecuali baygon. alhasil saya menelpon gebetan kedua adik kos saya itu. anehnya lagi kedua adik kos saya yang naksir ma cowok itu, merekalah yang sakit secara bersamaan. waduh... inikah yang dinamakan kontak batin???
dan tak perlu menunggu lama, pk. 23.00 an cowok itu telah berada di depan kos untuk mengantar pesanan obat. dan aku menatapnya dengan takjub...

benak saya berjalan-jalan pada masa lalu, teringat seseorang yang mungkin bisa di jadikan 'delivery service'. tapi sayangnya tak sekeren gebetannya adik kos ku ini...

disamping itu, masih banyak cerita gentle yang dilakukan pria itu. seandainya ada pria seperti itu berdiri di hadapanku, maka tak akan pernah kusia-siakan dia.. hahaha... opo kuwi..??

Rabu, 31 Maret 2010

hujan pun menyapa



Aku berpikir beberapa saat.


Mengapa harus kembali padanya?

Adakah aku salah membaca perasaanku ini ataukah seharusnya aku menunggu jawaban yang sejelas-jelasnya?

Mungkinkah saat ini aku tengah bersimpati padanya, setelah merasa bahwa rasa ini nyata? Karena ia telah kehilangan segalanya, sementara aku mendapatkan segalanya.


Hujan. Wahai hujan…


Andaikan Ia membawanya di sisiku saat ini, maka turunlah dan tahanlah dia di sini hanya untukku. Aku hanya ingin berada di sisinya dalam keheningan suara hujan. Hanya ingin berada di sampingnya, dan ketika nanti hujan ini reda, kami pulang membawa tawa karena kami belajar saling mengerti.


Hujan.


Masa itu, ketika engkau menahannya untukku, di kala itu aku terpaku padanya, dan melupakan semua masa lalu itu.. dan sekarang aku pun ingin engkau menahannya untukku, sehingga aku kembali terpaku padanya. Sedetik pun tak apa.


Hujan.


Ingin sekali aku menari bersamanya di bawah guyuran hujan. Melangkah kecil dengan penuh asa dan mimpi yang akan kuuraikan. Ingin sekali tertawa di balik hujan, dan membuatnya nyaman di sampingku. Ingin sekali membuatnya melupakan sejenak kesedihannya dan membawanya pada duniaku yang penuh keceriaan ini.


Hujan.


Akankah ia merasakan ini?

akankah ia menerima ini?

akankah ia melupakan perasaannya pada wanita itu?

Akankah ia melihatku sebagai seorang wanita?

Akankah ia tersenyum padaku?

Dan akankah ia menerima keadaanku yang mulai ‘menoleh’ padanya kembali?



Sangat merindukannya… rindu sekali… ingin bertemu dengannya...

secepatnya…



Minggu, 07 Maret 2010

perjalanan dalam sebuah kerinduan

Seperti perjalanan dari solo ke yogya dengan menggunakan prameks. Seperti itulah perasaanku yang di bawa terbang. Bukan masalah waktu, tetapi masalah hati.

Semakin meninggalkan jauh kenangan itu, semakin ingin kembali padanya. Tapi ada satu tembok yang berpenghalang. Tak mampu untuk terlangkahi. Tak mampu untuk dirobohkan. Ia terlalu kuat.

Ada satu rasa yang selalu berkecambuk ketika meninggalkan kota ini. ia ada kemudian hilang. Ia bagaikan angin, selaksa makna tak mampu terungkapkan. Segala kegetiran yang dahulu hilang kini kembali berkembang, dengan intensitas dan makna yang jauh berbeda.

Bukan keindahan yang ia butuhkan, tetapi keyakinan yang kuat.

Aku berdiri pada satu dimensi ruang, dimana realitas dan imajinasi berkumpul menjadi satu. Bahkan terlalu kuat untuk dapat di musnahkan. Ia membelok pun aku tak sadar. Bahkan ketika ia pergi pun, aku tak merasakan kehampaan. Ia menampakkan lagi dirinya dalam bayang imajinasi yang berbeda. Terkuak dalam susunan memori otak. Ia bekerja dengan sungguh sangat rapinya.

Dan ada yang berbeda…

Ketika perjalanan itu telah sampai pada tujuan, aku menoleh. Kembali teringat akan setapak perjalanan ini. dan sangat merindukannya. Sayang, aku sudah tak lagi dapat kembali dengan tapak yang sama ketika kuputuskan untuk melangkah.

Hujan pun menyerbu kami. Membunuh kami dengan setiap celah yang ada. Sudah tak dapat lagi dibedakan antara imaji dan realita. Mereka telah berbaur menjadi satu dalam sebuah kerinduan.

Aku tak lagi menolak apa yang telah menjadi satu iitu. Hanya saja aku berharap akan tujuan itu mampu tergapai dalam jalinan cinta dan cita.